Pengalaman Seleksi Kondektur Kereta Api (Seleksi Administrasi dan Kesehatan1)

Kondektur Kereta Api, Kondekturkai, Seleksi Administrasi, seleksi kesehatan 1, tes kesehatan1

Hallo teman-teman, selamat datang kembali di blog Kondektur kai dot com. Pada artikel kali ini saya berbagi pengalaman, mulai dari saat mendaftar hingga dinyatakan lolos tes untuk formasi kondektur.

Baik, mungkin sebagian teman-teman masih ada yang belum kenal dengan saya. Untuk itu saya memperkenalkan diri dulu. Nama saya Feby Pratama, saya berasal dari padang.

Temen-temen ada yang dari padang? Kalau ada silahkan tulis di kolom komentar yah, hehe..
Saya lulusan Universitas Negeri Padang, dengan jurusan Pendidikan Olahraga yang lulus tahun 2014. Kalau dihitung sudah 6 tahun yang lalu.

Jauh melenceng sih dengan jurusan kuliah, hahaha..
Tapi ga masalah, karena rezeki itu memang sudah diatur dan saya bersyukur banget bisa bergabung dengan PT. KAI

Jujur, awal mulanya sih saya itu tidak mengenal sama sekali apa itu kondektur? Karena memang saya sangat jarang naik kereta api waktu di Padang. Terakhir naik kereta api mungkin zaman-zaman masih SMP, itu pun karena diajak teman untuk jalan-jalan ke pariaman.

Kenapa saya jarang naik kereta?
Karena memang untuk transportasi kereta api di padang mungkin bisa dibilang sebagai alternatif terakhir untuk berpergian.

Bukan meremehkan, karena memang rata-rata jalanan di padang itu jarang macet, jadinya kalau mau berpergian naik motor malah lebih enak. Jauh berbeda kalau di Ibu Kota. Hehe

Oke, kita kembali ke topik.
Waktu itu saya mendengar informasi lowongan PT. KAI dari teman kantor  yang lama, itupun saya mendengarnya dihari ke dua setelah jadwal penerimaan. Kalau ga salah waktuitu pendaftaraan dibuka cuma 3 hari.

Oh iya, sebagai informasi saya itu ikut seleksinya tahun 2016, dengan persyaratan khusus D3 dan S1 Semua jurusan dengan akreditasi minimal A untuk S1 dan B untuk D3

Tanpa fikir panjang, sepulang kerja, malamnya saya pergi ke warnet, kebetulan teman yang ngasih tau juga bekerja sambilan sebagai operator warnet.

Disana saya dibantu untuk scan file dan mengupload semua berkas sesuai dengan persyaratan, yaitu Pas Foto, KTP, Ijazah, dan Transkrip Nilai.

Malam itu saya sempat pesimis, karena servernya selalu sibuk. Sangat susah sekali untuk upload berkas, mungkin karena memang banyak yang mengakses.

Dengan kegigihan yang kuat, akhirnya saya bisa mengupload semua berkas, mengisi biodata dan mencetak kartu pendaftaran. 

Esok harinya saya bekerja seperti biasanya sambil menunggu pengumuman hasil seleksi administrasi. 


Kondektur kereta api

Dulu saya bekerja di salah satu perusahaan Wings Grup, sebagai Sales Marketing (T.O), ini adalah salah satu foto bersama tim, kalau ga salah ini habis meeting dengan si bos. Kira-kira teman-teman tau ga saya yang mana? Hehehe 😁

Oke kita lanjut. Saya lupa kapan persisnya pengumuman kelulusan administrasi. Waktu itu malam hari selepas pulang kerja, saya coba lihat web kai dan ternyata sudah diumumkan.

Dengan rasa penasaran dan degdegan, perlahan saya baca dan Alhamdulillah saya dinyatakan lulus untuk tahapan seleksi Administrasi dan melanjutkan tes ke tahapan selanjutnya yaitu Kesehatan1.

Senang sih, tapi waktu itu saya sempat bingung, karena jadwal tesnya jam 8 pagi, sedangkan saya harus berangkat ke kantor. 

Dalam situasi itu, saya mencoba untuk menghubungi Supervisor saya di kantor, saya terus terang sama beliau bahwasanya saya ikut seleksi penerimaan di PT. KAI.

Dengan senang hati beliau mengizinkan saya untuk ikut tes kesehatan 1, dengan syarat harus tetap absensi ke kantor dan membawa faktur tagihan toko.

Saya sangat senang dan bersyukur menjadi tim marketing, karena waktu kerjanya kebanyakan di lapangan. Mungkin kalau saya di staf administrasi pastinya tidak akan bisa untuk ikut seleksi, karena terpaku di dalam ruangan.

Sesampainya di lokasi tes, saya banyak bertemu dengan teman-teman kampus, baik itu teman satu angkatan dan juga ada senior saya yang ternyata juga sangat banyak yang ikut serta.

Disana kami mengisi absen dan melakukan verifikasi data dengan menunjukan Kartu pendaftaran dan KTP. Setelah selesai kita dibagi menjadi beberapa kelompok.

Kita bergantian untuk diperiksa, yaitu :
1. Pertama yang diukur adalah TB/BB 
2. Tes kesehatan mata
3. Pemeriksaan Gigi
4. Pemeriksaan seluruh tubuh. Dipoin ini kita hanya menggunakan celana dalam ya teman-teman, karna kita akan diperiksa seluruh anggota tubuh.

Dalam proses tes, jika teman-teman ada yang tidak memenuhi syarat, akan langsung disuruh pulang (gagal). Semisalkan tinggi badan kurang, maka kamu akan langsung disuruh pulang.

Begitupun dengan tes yang lainnya, seperti mata dan gigi. Jika tidak memenuhi syarat akan langsung disuruh pulang.

Setelah seluruh pemeriksaan selesai, kaau ga salah sih jam 11 siang, saya diberi tahu oleh panitia tes, bahwa pengumuman kelulusan akan diumumkan nanti sore.

Sempat kaget sih, karna pengumumannya termasuk cepat, tapi gapapa malahan saya seneng, karena semakin cepat ya semakin bagus.

Berhubung tes sudah selesai, saya mulai melanjutkan kewajiban saya sebagai seorang sales marketing. Pekerjaan selesai kira-kira jam 6 sore, dan saya langsung pergi ke lokasi tes.

Sesampainya di lokasi, ternyata hasil tes belum diumumkan, katanya akan diumumkan setelah shalat magrib. Kemudian saya shalat magrib dulu bersama peserta lainnya.

Selesai shalat, saya berdo'a dan berharap, semoga saya bisa lanjut ke tahapan selanjutnya. Karena saya sangat ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih baik untuk masa depan.

Maklum, waktu itu umur saya udah masuk ke usia 23 tahun dan sering gagal tes Polisi dan TNI. Sebagai seorang lelaki, tentunya saya sangat khawatir jika belum mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, yang bisa mengcover kehidupan saya dimasa depan.

Setelah selesai, akhirnya pengumumannya ditempel di dinding pengumuman. Alhamdulillah saya dinyatakan lulus, dan bisa melanjutkan ke tahap tes selanjutnya.

Dengan hati yang senang dan mata yang berkaca-kaca, saya memberitahu kedua orang tua kabar baik ini. Orang tua saya juga ikut senang mendengarnya.

Namun perjuangan belum selesai teman-teman, masih banyak tahapan yang harus dilalui. Masih ada psikotes, wawancara dan kesehatan akhir.

Ini adalah pengalaman saat tes administrasi dan kesehatan 1, akan saya ceritakan kembali pada artikel berikutnya pengalaman seleksi Psikologi.

Ditunggu yaah. 😊









Feby Pratama Feby Pratama. Kondektur PT. KAI 2016 - 2020 Penyelia Kondektur 2020 - 2023 Supervisor Customer Care 2023 s.d Sekarang

7 Komentar untuk "Pengalaman Seleksi Kondektur Kereta Api (Seleksi Administrasi dan Kesehatan1)"

  1. Jika gigi tidak rata itu apa bisa mempengaruhi kelulusan... Terimakasih

    BalasHapus
  2. Pengen jadi kondektris, tapi belum buka2 untuk perempuan min .. πŸ˜‚

    BalasHapus
  3. Misal ada gigi palsu nya itu gimana pak untuk tes kesehatan apakah bisa lulus ?

    BalasHapus
  4. Kalo gigi berlubang kemungkinan lolos gak yah ?

    BalasHapus
  5. Wah gk nyangka bisa nemu artikel yang dibuat mas feby sendiri, saya pernah komen mas di youtube nya mas intinya saya mau tau cerita awalnya mas feby kok bisa sampai jadi kondektur dan akhirnya saya nemu artikel ini dan saya tau😁

    BalasHapus
  6. kalo mata minus gagal di test kesehatan engga min?

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel